Selasa, 27 Maret 2012

Malaikatku di pagi hari



Senja kurasa
Panas teriknya matahari , berubah menjadi kesejukan
Kurasakan
Dingin nan lembut menyentuh direlung kalbuku

Terlihat matahari yang seakan tenggalam oleh atap perumahan
Burung bergerombol masuk pada sangkarnya
Terlihat beberapa orang yang akan memasuki mushola yang besar nan indah itu

Aku hanya terdiam
Merasakan sorot matahari yang seolah layu
Tenggelam ditelan ombak
Dan bahkan Hampir tak terlihat

Kini ku merasa ada sesuatu yang kurasa
Dan seakan terdengar sayup-sayup suara masuk, hendaklah kamu shalat nak...
Bundaku tersayang membangunkanku

Jumat, 16 Maret 2012

Suku Minangkabau

NAMA   :  IMAM SYAFI'I    NPM   :  13111535     KELAS     :  1KA31


      Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal di dalam tambo. Dari tambo tersebut, konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. Untuk mencegah pertempuran, masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. 
      Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif, sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar. Dalam pertempuran, anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut. 
     Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai nama Minangkabau, yang berasal dari ucapan "Manang kabau" (artinya menang kerbau). Kisah tambo ini juga dijumpai dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan juga menyebutkan bahwa kemenangan itu menjadikan negeri yang sebelumnya bernama Periaman (Pariaman) menggunakan nama tersebut. Selanjutnya penggunaan nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari, yaitu Nagari Minangkabau, yang terletak di kecamatan Sungayang, kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat.
Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama tahun 1365 M, juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.
     Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit tahun 682 Masehi dan berbahasa Sanskerta. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" .... Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga, kata baris ke-4 (...minānga) dan ke-5 (tāmvan....) sebenarnya tergabung, sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar, yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis, yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu", karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri
      Masyarakat Minang saat ini merupakan pemeluk agama Islam, jika ada masyarakatnya keluar dari agama islam (murtad), secara langsung yang bersangkutan juga dianggap keluar dari masyarakat Minang, dalam istilahnya disebut "dibuang sepanjang adat". Agama Islam diperkirakan masuk melalui kawasan pesisir timur, walaupun ada anggapan dari pesisir barat, terutama pada kawasan Pariaman, namun kawasan Arcat (Aru dan Rokan) serta Inderagiri yang berada pada pesisir timur juga telah menjadi kawasan pelabuhan Minangkabau, dan Sungai Kampar maupun Batang Kuantan berhulu pada kawasan pedalaman Minangkabau. 
      Sebagaimana pepatah yang ada di masyarakat, Adat manurun, Syara' mandaki (Adat diturunkan dari pedalaman ke pesisir, sementara agama (Islam) datang dari pesisir ke pedalaman), serta hal ini juga dikaitkan dengan penyebutan Orang Siak merujuk kepada orang-orang yang ahli dan tekun dalam agama Islam, masih tetap digunakan di dataran tinggi Minangkabau.
Sebelum Islam diterima secara luas, masyarakat ini dari beberapa bukti arkeologis menunjukan pernah memeluk agama Buddha terutama pada masa kerajaan Sriwijaya, Dharmasraya, sampai pada masa-masa pemerintahan Adityawarman dan anaknya Ananggawarman. Kemudian perubahan struktur kerajaan dengan munculnya Kerajaan Pagaruyung yang telah mengadopsi Islam dalam sistem pemerintahannya, walau sampai abad ke-16, Suma Oriental masih menyebutkan dari 3 raja Minangkabau hanya satu yang telah memeluk Islam.
     Kedatangan Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang dari Mekkah sekitar tahun 1803, memainkan peranan penting dalam penegakan hukum Islam di pedalaman Minangkabau. Walau di saat bersamaan muncul tantangan dari masyarakat setempat yang masih terbiasa dalam tradisi adat, dan puncak dari konflik ini muncul Perang Padri sebelum akhirnya muncul kesadaran bersama bahwa Adat berazaskan Al-Qur'an.
   Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu, ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu, karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya, sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa proto-Melayu. Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing.
       Pengaruh bahasa lain yang diserap ke dalam Bahasa Minang umumnya dari Sanskerta, Arab, Tamil, dan Persia. Kemudian kosakata Sanskerta dan Tamil yang dijumpai pada beberapa prasasti di Minangkabau telah ditulis menggunakan bermacam aksara di antaranya Dewanagari, Pallawa, dan Kawi. Menguatnya Islam yang diterima secara luas juga mendorong masyarakatnya menggunakan Abjad Jawi dalam penulisan sebelum berganti dengan Alfabet Latin.
      Meskipun memiliki bahasa sendiri orang Minang juga menggunakan Bahasa Melayu dan kemudian bahasa Indonesia secara meluas. Historiografi tradisional orang Minang, Tambo Minangkabau, ditulis dalam bahasa Melayu dan merupakan bagian sastra Melayu atau sastra Indonesia lama.  Suku Minangkabau menolak penggunaan bahasa Minangkabau untuk keperluan pengajaran di sekolah-sekolah. Bahasa Melayu yang dipengaruhi baik secara tata bahasa maupun kosakata oleh bahasa Arab telah digunakan untuk pengajaran agama Islam. 
        Pidato di sekolah agama juga menggunakan bahasa Melayu. Pada awal abad ke-20 sekolah Melayu yang didirikan pemerintah Hindia Belanda di wilayah Minangkabau mengajarkan ragam bahasa Melayu Riau, yang dianggap sebagai bahasa standar dan juga digunakan di wilayah Johor, Malaya. Namun kenyataannya bahasa yang digunakan oleh sekolah-sekolah Belanda ini adalah ragam yang terpengaruh oleh bahasa Minangkabau.
         Guru-guru dan penulis Minangkabau berperan penting dalam pembinaan bahasa Melayu Tinggi. Banyak guru-guru bahasa Melayu berasal dari Minangkabau, dan sekolah di Bukittinggi merupakan salah satu pusat pembentukan bahasa Melayu formal. Dalam masa diterimanya bahasa Melayu Balai Pustaka, orang-orang Minangkabau menjadi percaya bahwa mereka adalah penjaga kemurnian bahasa yang kemudian menjadi bahasa Indonesia itu.
       Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian, seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. Di antara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai, selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing, yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang.
       Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. Selain itu, adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang, dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario.
       Di samping itu, Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. Ada tiga genre seni berkata-kata, yaitu pasambahan (persembahan), indang, dan salawat dulang. Seni berkata-kata atau bersilat lidah, lebih mengedepankan kata sindiran, kiasan, ibarat, alegori, metafora, dan aphorisme. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri, tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik.
      Pacuan kuda merupakan olah raga berkuda yang telah lama ada di nagari-nagari Minang, dan sampai saat ini masih diselenggarakan oleh masyarakatnya, serta menjadi perlombaan tahunan yang dilaksanakan pada kawasan yang memiliki lapangan pacuan kuda. Beberapa pertandingan tradisional lainnya yang masih dilestarikan dan menjadi hiburan bagi masyarakat Minang antara lain lomba Pacu jawi dan Pacu itik.
       Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang, yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. Umumnya berbahan kayu, dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas, menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Di halaman depan rumah gadang, biasanya didirikan dua sampai enam buah Rangkiang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan padi milik keluarga yang menghuni rumah gadang tersebut.
       Namun hanya kaum perempuan dan suaminya, beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri, menetap di rumah istrinya. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah, biasanya tidur di surau. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah.
Selain itu dalam budaya Minangkabau, tidak semua kawasan boleh didirikan Rumah Gadang, hanya pada kawasan yang telah berstatus nagari saja, rumah adat ini boleh ditegakkan.
      Dalam adat budaya Minangkabau, perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan, dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. Bagi lelaki Minang, perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru, yakni pihak keluarga istrinya. Sedangkan bagi keluarga pihak istri, menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka.
     Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau, biasa disebut baralek, mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. Dimulai dengan maminang (meminang), manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria), sampai basandiang (bersanding di pelaminan). Setelah maminang dan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan), maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid, sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. 
       Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atau tuan kadi, mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan, bagindo atau sidi (sayyidi) di kawasan pesisir pantai. Sedangkan di kawasan luhak limo puluah, pemberian gelar ini tidak berlaku.
      Masyarakat Minang juga dikenal akan aneka masakannya, dengan citarasa yang pedas, serta dapat ditemukan hampir di seluruh Nusantara, bahkan sampai ke luar negeri. Walau masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Masakan Padang, meskipun begitu sebenarnya dikenal sebagai masakan etnik Minang secara umum.
       Rendang salah satu masakan tradisional masyarakat Minang, pada tahun 2011 dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.




Opini


     Menurut saya suku minagkabau sangatlah unik karena memiliki berbagai macam ke-khas-an dari pada suku-suku yang lainnya, orang minang, sebutan banyak kalangan menyebut orang-orang yang berasal dari suku minangkabau atau padang. orang minang sangat menjujung tinggi nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-harinya, adat-istiadat yang begitu kental tidak terpengaruh terhadap perkembangan jaman yang semakin modern.
      Suku minang memiliki makanan khas yang sangat terkenal yaitu rendang. rendang adalah olahan daging sapi yang di racik dengan berbagai macam rempah-rempah yang khas dan tentunya masakan padang tidak lepas dari bahan baku santan.  Hampir semua orang suka rendang karena masakan ini termasuk 50 masakan terlezat sedunia.
      Hampir di setiap kota-kota besar kita dapat menjumpai orang minang hal ini disebabkan kebiasaan orang-orang minang dalam merantau jauh dari kampung halaman dengan tujuan mendapatkan sukses di ranah seberang. di perantauan orang minang tidak lepas dari bahasa daerahnya jika saling jumpa dengan sesama orang minang, diperantauan silaturahmi adalah hal nomor satu yang tidak pernah dilupakan.








Sumber :


http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Minang

Minggu, 01 Januari 2012

Agama dan Masyarakat

Nama : Imam Syafi'i   Kelas : 1KA31   NPM : 13111535

Fungsi Agama dalam Masyarakat

1. Agama sebagai sarana untuk mengatasi frustasi
2. Agama sebagai sarana untuk menjaga kesusilaan  dan tata tertib masyarakat
3. Agama sebagai sarana untuk memuaskan intelak yang ingin tahu
4. Agama sebagai sarana mengatasi ketakutan

Dimensi Komitmen Agama

1. Dimensi Keyakinan
2. Dimensi Ritual
3. Dimensi Perasaan
4. Dimensi Pengetahuan
5. Dimensi Konsekuensi

Tiga Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat

1. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral
2. Masyarakat-masyarakat pra-industri yang sedang berkembang
3. Masyarakat-masyarakat industri sekular

Pelembagaan Agama

Pelembagaan Agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing,membina,dan mengayomi suatu kaum yang menganut agama.

Contoh-contoh dan kaitannya tentang konflik yang ada dalam agama dan masyarakat

Banyak konflik yang terjadi di masyarakat Indonesia disebabkan oleh pertikaian karena agama.Contohnya tekanan terhadap kaum minoritas (kelompok agama tertentu yang dianggap sesat,seperti Ahmadiyah) memicu tindakan kekerasan yang bahkan dianggap melanggar Hak Asasi Manusia.Selain itu,tindakan kekerasan juga terjadi kepada perempuan,dengan menempatkan tubuh perempuan sebagai objek yang dapat merusak moral masyarakat.Kemudian juga terjadi kasus-kasus perusakan tempat-tempat ibadah atau demonstrasi menentang didirikannya sebuah rumah ibadah dibeberapa tempat di Indonesia yang mana tempat itu lebih didominasi oleh kelompok agama tertentu,sehingga kelompok agama minoritas tidak mendapatkan hak.









Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Nama : Imam Syafi'i   Kelas : 1KA31   NPM : 13111535

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidik,menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

Empat Hal Sikap yang Ilmiah

1. Sikap Ingin Tahu
2. Sikap Kritis
3. Sikap Obyektif
4. Sikap Ingin Menemukan

Pengertian Teknologi

Teknologi adalah Metode Ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ; Ilmu Pengetahuan Terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Ciri-ciri Fenomena Teknik pada Masyarakat

1. Rasionalitas,artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan yang rasional.
2. Artifisialitas,artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak ilmiah.
3. Otomatisme,artinya dalam hal metode,organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis.Demikian juga Teknik mampu mengeleminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.
4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5. Monisme,artinya semua teknik bersatu,saling berinteraksi dan saling bergantung.
6. Universalisme,artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi,bahkan dapat menguasai kebudayaan.
7. Otonomi,artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Ciri-ciri Teknologi Barat

1.  Serba intensif dalam segala hal,seperti : Modal,Organisasi,Tenaga Kerja,dll
2. Dalam struktur sosial,Teknologi Barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan
3. Kosmologi atau Pandangan Teknologi Barat menganggap dirinya sebagai pusat feriferi,waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier

Pengertian Ilmu Pengetahuan,Teknologi,dan Nilai

Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidik,menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

Teknologi adalah Metode Ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ; Ilmu Pengetahuan Terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai suatu keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Nilai adalah suatu yang berharga,bermutu,menunjukan kualitas,dan berguna bagi manusia.Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berguna bagi kehidupan manusia.

Pengertian Kemisikinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmungkinan untuk memenuhi kebutuhan dasar,seperti : Makanan,Pakaian,Tempat Berlindung,Pendidikan,dan Kesehatan.

Ciri-ciri Manusia yang Hidup dibawah Garis Kemiskinan

1. Tidak memiliki faktor-faktor produksi,seperti : Tanah,Modal,dan Keterampilan.
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri,seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
3. Tingkat pendidikan mereka rendah,tidak sampai tamat SD.
4. Kebanyakan tinggal di Desa sebagai pekerja bebas.
5. Banyak yang hidup dikota berusia muda,dan tidak mempunyai keterampilan.

Fungsi Kemisikinan

1. Fungsi Ekonomi : Penyediaan tenaga untuk pekerja tertentu,menimbulkan dana sosial,membuat lapangan kerja baru,dan memanfaatkan pemulung untuk mengumpulkan barang bekas.
2. Fungsi Sosial : Menimbulkan rasa simpatik,sehingga munculnya badan amal dan zakat untuk menolong kaum miskin yang ada.
3. Fungsi Cultural : Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat,sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
4. Fungsi Politik : Sebagai kaum yang merasakan kinerja pemerintah dalam perbaikan ekonomi,dan sebagai kaum yang mengkritik jika perekonomian tidak mengalami perubahan.

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Nama : Imam Syafi'i   Kelas : 1KA31   NPM : 13111535

Perbedaan Kepentingan

1. Kepentingan Individu untuk memperoleh Kasih Sayang
2. Kepentingan Individu untuk memperoleh Harga Diri
3. Kepentingan Individu untuk memperoleh Penghargaan yang Sama
4. Kepentingan Individu untuk memperoleh Prestasi dan Posisi
5. Kepentingan Individu untuk dibutuhkan Orang Lain
6. Kepentingan Individu untuk memperoleh Kedudukannya didalam Kelompoknya
7. Kepentingan Individu untuk memperoleh Rasa Aman dan Perlindungan Diri
8. Kepentingan Individu untuk memperoleh Kemerdekaan Diri

Perbedaan Diskriminasi dan Ethosentris

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu,dimana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat,manusia ini disebabkan karena kecendrungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain.
Ethosentris adalah suatu kecendrungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan sendiri sebagai suatu yang prima,terbaik,mutlak,dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.

Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat

Pertentangan dan Ketegangan ada di masyarakat,bisa disebabkan oleh faktor dari luar dan dalam,keharmonisan dan kerukunan dalam bermasyarakat harus dijaga untuk menghindari pertentangan dan ketegangan dalam masyarakat.

Faktor Internal
1. Kesadaran Diri sebagai Makhluk Sosial
2. Tuntutan Kebutuhan
3. Jiwa dan Semangat Gotong Royong

Faktor Eksternal
1. Tuntutan Perkembangan Zaman
2. Persamaan Kebudayaan
3. Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam Kehidupan Bermasyarakat
4. Persamaan Misi,Visi,dan Tujuan
5. Sikap Toleransi
6. Adanya Konsesus Nilai
7. Adanya Tantangan dari Luar
                                           
Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk,masyarakat majemuk itu dipersatukan oleh sistem nasional negara Indonesia.Aspek-aspek kemasyarakatan yang mempersatukannya,antara lain :
1. Suku Bangsa dan Kebudayaannya
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia

Integrasi Sosial

Masalah besar yang dihadapi Indonesia adalah sulitnya integrasi antara yang satu dengan yang lainnya.Masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia mereka tetap hidup berdampingan dengan kemajemukannya.
Berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi.
1. Klaim atau tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2. Isu asli/tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan Ekonomi antar Warga Negara Indonesia asli dengan keturunan lain
3. Agama.Sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam kesukuan
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan terbentuk.

Integrasi Nasional

Integrasi Nasional identik dengan integritas bangsa yang mempunyai pengertian suatu proses penyatuan atau pembaruan berbagai aspek sosial budaya kedalam Kesatuan Wilayah dan Pembentukan Identitas Nasional atau Bangsa.

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Nama : Imam Syafi'i   Kelas : 1KA31     NPM : 13111535


Pengertian Masyarakat

Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan,bangsa,dan sebagainya.Sedangkan,dalam arti sempit ,masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu misalnya teritorial,bangsa,golongan,dan lain sebagainya.

Syarat-syarat menjadi Masyarakat

1. Memiliki Pemikiran
2. Memilki Perasaan,serta
3. Memiliki Sistem atau Aturan yang sama
Dengan kesamaan-kesamaan tersebut,masyarakat dapat saling berinteraksi dengan sesamanya.

Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community.Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan adalah :

1. Kehidupan keagamaannya berkurang,
2. Orang kota biasanya dapat mengurus dirinya sendiri,tanpa harus bergantung dengan orang lain atu biasa disebut dengan Manusia Perorangan/Individu,
3. Pembagian kerja pada warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata,
4. Kemungkinan-kemungkinan mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak,
5. Interaksi yang .
terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi,
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting,untuk dapat mengejar kebutuhan individu,
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota,sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh luar

Dua Tipe Masyarakat

1. Masyarakat kecil yang belum kompleks yaitu masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja,struktur,dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai satu kesatuan.
2. Masyarakat yang sudah kompleks yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang,karena Ilmu Pengetahuan sudah maju,teknologi maju,dan sudah mengenal tulisan.

Ciri-ciri Masyarakat Kota :

1. Individual
2. Heterogen
3. Daya Saing Tinggi
4. Profesi Beragam
5. Materealitis
6. Open Minded

Perbedaan antara Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota

Cara beradaptasi masyarakat pedesaan sangat sederhana dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antar sesama,serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
Sedangkan karakteristik masyarakat perkotaan lebih mengutamakan kepentingan pribadi (individu) dibanding dengan kepentingan bersama,atau yang biasa juga disebut dengan urban community.

Hubungan Desa dan Kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat,bersifat ketergantungan,karena diantara mereka saling membutuhkan,kota bergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras,sayur-mayur,daging,dan ikan.Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu dikota,misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan,proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan.Mereka ini biasanya pekerja-pekerja musiman.Pada saat musim tanam mereka,sibuk bekerja disawah.Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut,sementara menunggu masa panen mereka merantau kekota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
Sebaliknya kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang-orang desa seperti bahan-bahan pakaian,alat,dan bahan obat-obatan pembasmi  hama pertanian,minyak tanah,obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi.Kota juga menyediakan tenaga-tenaga  dibidang medis atau kesehatan,montir-montir,elektronika,dan alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian,peternakan,atau perikanan darat.

Aspek Positif

1. Adanya peran saling melengkapi antara desa dan kota
2. Kota dan desa adalah saling membutuhkan
3. Kemajuan desa dapat memacu kota begitu sebaliknya

Aspek Negatif

1. Desa biasanya lebih direndahkan oleh kota
2. Masyarakat kota biasanya tidak bisa menghargai adat yang ada didesa
3. Kesenjangan sosial yang jauh antar masyarakat kota dan desa dapat menyebabkan perepecahan

Lima Unsur Lingkungan Perkotaan

1. Wisma                  : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya
2. Karya                    : Untuk penyediaan lapangan kerja
3. Marga                   : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi
4. Suka                    : Untuk fasilitas hiburan,rekreasi,kebudayaan,dan kesenian
5. Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan,perkuburan,pendidikan,dan utilitas umum.

Fungsi Eksternal Kota

Fungsi Eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalam kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya,baik secara regional maupun nasional.

Pengertian Desa

Menurut Paul H. Landis

Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2500 Jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa2
2. Antara pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan
3. Cara berusaha (Ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim,keadaan alam,kekayaan alam,sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan

Ciri-ciri Desa

1. Lingkungan dan orientasi terhadap alam
2. Umumnya mata pencahariannya adalah bertani dan berdagang
3. Ukuran komunitas pedesaan lebih kecil dan mempunyai penduduk yang rendah kilometer perseginya
4. Kepadatan penduduknya lebih rendah
5. Diferensiasi sosial relatif lebih rendah
6. Pelapisan Sosial tidak terlalu besar
7. Pengawasan sosial pribadi lebih ramah,dan ketaatan mentaati norma yang berlaku
8. Pola kepemimpinannya cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu.

Macam-macam Pekerjaan Gotong Royong

1. Bertani
2. Membangun Rumah dan Tempat Peribadatan
3. Berkebun
4. Acara-acara Kebudayaan

Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan

Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian yang bersifat agraris.Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat yang harmonis.Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan,karena desa merupakan tempat untuk memberikan ketenangan.

Macam-macam Gejala Masyarakat Pedesaan

1. Konflik
2. Kontraversi
3. Kompetis

Sistem Budaya Petani di Indonesia

Sistem budaya tani di Indonesia adalah yang ramah lingkungan,meskipun disadari bahwa penerapan sistem pertanian berkelanjutan memiliki beberapa keragaman metode pendekatan dikarenakan perbedaan topografi,budaya,dan komoditas tanaman yang dikembangkan.

Unsur-unsur Desa

1. Daerah atau Wilayah
2. Penduduk
3. Tata Kelakuan

Fungsi Desa

1. Desa sebagai pemasok kebutuhan kota
2. Desa merupakan sumber tenaga kasar bagi perkotaan
3. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
4. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah kesatuan NKRI

Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
2. Lingkungan Hidup
3. Mata Pencaharian
4. Daya semangat juang
5. Corak Kehidupan Sosial
6. Stratifikasi Sosial
7. Mobilitas Sosial
8. Pola Interaksi Sosial
9. Solidaritas Sosial
10. Kedudukan dalam hirarki sistem addministrasi nasional



Selasa, 22 November 2011

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Nama : Imam Syafi'i     Kelas : 1KA31    NPM : 13111535


 
Pengertian Pelapisan Sosial

Pelapisan Sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Terjadinya Pelapisan Sosial

1. Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu,tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar daripada pelapisan ini bervariasi menurut tempat,waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku.Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya,maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis,misalnya karena usia tua,karena pemilikan kepandaian yang lebih,atau kerabat pembuka tanah,seseorang yang memiliki bakat seni atau sakti.

2. Terjadi dengan disengaja
Sistem pelapisan ini disusun dengan sengaja untuk mengejar tujuan bersama.Didalam pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan pada seseorang.Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini,maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secara vertikal maupun horizontal.

Perbedaan Sistem Pelapisan dalam Masyarakat

1. Sistem Pelapisan Masyarakat yang Tertutup
Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik keatas maupun kebawah tidak mungkin terjadi,kecuali ada hal-hal yang istimewa.Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran.
2. Sistem Pelapisan Masyarakat Terbuka
Sistem pelapisan ini dapat kita temui didalam masyarakat di Indonesia sekarang ini.Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemauan untuk itu.Tetapi disamping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya.Sistem pelapisan masyarakat terbuka sangat menguntungkan sebab setiap masyarakat diberikan kesempatan untuk bersaing dengan yang lain.

Teori tentang Pelapisan Sosial

1. Teori Stratifikasi Sosial,terdiri dari :
 a. Teori Evolusioner-Fungsionalis menjelaskan bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecendrungan masyarakat untuk berkembang yang disebut dengan kapasitas adaptif.Masyarakat telah berevolusi berabad-abad melalui kapasitas adaptif yang semakin tinggi.Timbulnya stratifikasi sebagai aspek penting evolusi akibat meningkatnya kapasitas adaptif dalam kehidupan sosial 

2. Teori Surplus
Yang berorientasi materialistis yang berlandaskan teori konflik.
3. Teori Kelangkaan 
Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbulnya stratifikasi disebabkan tekanan jumlah penduduk.Tekanan penduduk yang semakin besar menyebabkan semakin kuatnya egoisme yang telah menghilangkan apa yang disebut dengan kepemilikan bersama.Dengan meningkatnya tekanan penduduk dan ekonomi,perbedaan akses terhadap sumber daya semakin nyata dan stratifikasi semakin intensif dengan dorongan politik yang semakin besar komunisme.

4. Teori Konflik
Teori konflik didasarkan pada pemilikian sarana-sarana produksi sebagai unsur pokok pemisahan kelas dalam masyarakat.Marx mengajukan konsepsi mendasar tentang masyarakat kelas dan perjuangannya.

5. Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial ini didasarkan pada pemikiran bahwa seseorang dapat mencapai suatu pengertian mengenai sifat kompleks dari kelompok dengan mengkaji hubungan diantara dua orang.

6. Teori Interaksi Simbolik
Teori Interaksi Simbolik menyatakan bahwa interaksi sosial adalah interaksi symbol.Manusia berinteraksi dengan yang lain dengan cara menyampaikan symbol yang lain memberi makna atas symbol tersebut.

Kesamaan Derajat

Kesamaan Derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya.

Pasal-pasal didalam UUD'45 tentang Persamaan Hak

Pasal 28 H UUD'45
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
(2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermatabat.
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.

Empat Pokok Hak Asasi dalam 4 Pasal yang Tercantum pada UUD'45

1. Hak dalam Bidang Politik (Pasal 27 <1> dan Pasal 28)
2. Hak dalam Bidang Ekonomi (Pasal 27 <2>,Pasal 33,dan Pasal 34)
3. Hak dalam Bidang Sosial Budaya (Pasal 29,Pasal 31,dan Pasal 32)
4. Hak dalam Bidang HANKAM (Pasal 27 <3> dan Pasal 30)

Pengertian Elite

Dalam arti yang umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang didalam masyarakat menempati kedudukan tinggi.Sedangkan dalam arti khusus elite sekelompok orang terkemuka dibidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Fungsi Elite dalam Memegang Strategi

1. Elite Politik
2. Elite Ekonomi,Militer,Diplomatik,dan Cendekiawan
3. Elite Agama,Filsuf,Pendidik dan Pemuka Masyarakat
4. Elite yang dapat memberikan Kebutuhan Psikologis,seperti : Artis,Penulis,Tokoh Film,Olahragawan,dan Tokoh Hiburan,dan lain sebagainya.

Pengertian dan Ciri-ciri Massa

Massa adalah orang yang tidak saling mengenal.Berjumlah banyak,anggotanya heterogen,berkumpul disuatu tempat dan tidak individualitis.Massa memiliki kesadaran diri yang rendah,tidak dapat bergerak dengan terorganisir,Tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan ada dalang dibelakang yang berfungsi memanipulasi mereka.